Persiapan pembuatannya sudah sejak kemarin karena hari ini "Tamu Kita" adalah Olea dan Vincent yang akan menikah pada bulan Oktober ini. Olea adalah adik Ohara dan Ohara itu dulu sewaktu berumur 3 tahun pernah menjadi muridku Bahasa Inggris di Yogyakarta. Aku ingat ketika mengajari Bahasa Inggris Ohara yang kalau tidak dipangku lari kesana-sini itu adiknya Olea masih bayi, menangis di kamarnya "oeeek oeeek!" dan mammie Ohara yang duduk di sampingku segera berlari menjenguk si kecil. Kini Ohara sudah pindah ke Australia, sudah lulus, bekerja bahkan sudah menikah. Giliran adiknya kini juga akan menikah. Sayang, mammie mereka sudah dipanggil pulang oleh Tuhan pada tahun 1995. Mereka selalu menganggapku sebagai bibi mereka, aku pun menganggap mereka bahkan seperti "anak" sendiri. Dari waktu ke waktu kami selalu berhubungan dan mereka sering berkunjung. Nah, hari ini Olea dan Vincent datang untuk menyerahkan "Kartu Undangan".
Suguhannya adalah "Lumpia Semarang" yang isinya irisan rebung dan wortel. Mbak Ratri yang merajang rebung dan wortelnya (aku gak sabar melakukannya). Bahan yang lain adalah "daging ayam" ( di Australia, tersedia "Roasted Chicken" yang berisi ragout tapi bila sudah dimakan sebagian banyak dagingnya tertinggal, putih dan tidak terasa bumbunya lagi). Daging dari Roasted Chicken itu dipotong kotak-kotak terus ditumis dengan bawang. Aku selalu menggunakan kecap jepang karena rasanya sudah asin, manis dan kecut. Kali ini dipakai yang untuk "Soba" karena setelah menumis ayam, rebung dimasukkan dan dituangi kecap untuk soba itu, kecapnya akan meresap ke dalam rebung. Wajan yang digunakan juga menentukan yaitu wajan baja hitam. Pertama tuangi wajan dengan minyak dan masukkan langsung 5 telur ayam dan ketika wajan panas, telur dikacau sambil dituangi kecap jepang juga hingga wangi baunya, sendirikan orak-arik telur ini untuk nantinya disatukan dengan tumisan rebung, wortel dan daging ayam. Tambahkan merica (Merica Bangka nih!) dan sedikit garam (sebenarnya sudah cukup asin). Tunggu sampai dingin kemudian dibungkus dengan kulit lumpia jadi (bisa dibeli di supermarket-isi 30 buatan Singapura). Melemnya pakai kocokan telur (tidak perlu dipisahkan kuningnya). Setelah itu bisa digoreng!
Ketika calon pengantin datang dan menyerahkan undangan, mereka disuguhi "appetizers" dulu berupa "Talas Goreng Tipis", sambil menunggu suguhan kedua "Lumpia Calon Pengantin". Mereka tidak bisa makan siang bersama kami karena harus mengedarkan undangan lagi. Sambil mengobrol, Lumpia disajikan dengan saus bawang (Kraft Mayonaise plus diparuti bawang) dan lari sebentar ke kebun "tik,tik,cekrek!" memotong dua helai daun kucai, dicuci, dipotong dan dimakan bersama lumpia istimewa tadi. Sedaaap!!! Selesai mengobrol calon pengantin pulang dan disangoni bekal 6 butir telur pindang.