Life in Australia & Life in Indonesia

theresa's posts with tag: migrants' stories

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag migrants' stories
Blog EntryKisah Si Don Murchison (3)Sep 2, '06 1:29 AM
for everyone

Setiap pengunjung yang hadir di halaman depan sudah dicegat sebuah meja, mereka diharapkan membayar $5 perorang dan sumbangan itu langsung dimasukkan tabung panjang dekat meja. Uang itu guna pengganti makanan dan minuman yang disediakan yaitu BBQ Susis dan makanan kecil (Dip) serta minuman ringan serta anggur putih. Susis dipanggang dan ditaruh dalam roti serta dibubuhi tumis brambang, itu ciri khas makanan Australia yang bisa dibandingkan dengan nasi kotak di Indonesia dan Dip adalah segala biskuit serta kripik dicelup saus kental berbumbu khusus (bawang atau ikan Salmon).

Aku mengoleksi pinggan keramik persegi empat karya Robert dan harganya hanya $45, itu murah, karena karya seperti itu di gallery bisa ratusan Dolar. Tehniknya Raku, tehnik pembakaran ala Jepang. Ada juga lukisan mini harganya hanya $45 juga. Rata-rata harga karya di bawah $50 kecuali milik Bu Lily sekitar $200 hingga $300 atau karya Don sendiri yaitu Cermin Mozaik harganya juga ratusan Dolar.



Blog EntryKisah Si Don Murchison (2)Sep 2, '06 1:15 AM
for everyone

Bentuk dan situasi rumah Don sungguh unik, sulit dijelaskan dengan kata-kata. Rumah itu bertingkat-tingkat, setiap tingkat menempati bukit-bukit terjal yang dihubungkan sambung-menyambung dengan undak-undakan batu, jembatan kayu mau pun tangga-tangga kayu yang artistik. Batu-batuan terjal yang ada dialiri gemercik air terjun karya instalasinya, pendauran ulang air hujan dan dikelilingi patung-patung karya para seniman. Malam itu adalah pembukaan pameran bersamanya yang keenam. Undangan disebar dengan caranya "multiply" yaitu gethok tular dari satu teman ke teman lain. Yang hadir waktu kami datang sekitar 200 orang, datang dan pergi. Tontonannya adalah pameran karya 10 seniman yang digelar di ruang pameran yang dihubungkan dengan jembatan goyang (bila diseberangi bergoyang-goyang karena ada pirnya). Karya-karya bisa dibeli dengan harga terjangkau karena tidak perlu memberi komisi pada gallery. Ada juga seorang seniwati Indonesia di sana, seorang pelukis wanita bernama Lily Oen. Bu Llly gesit dan tangkas, sungguh tidak mengira, wanita yang masih jadi pengajar seni-rupa di suatu sekolah dan aktif melukis ini usianya sudah 70 tahun.

 



Blog EntryKisah Si Don Murchison (1)Sep 2, '06 12:53 AM
for everyone
Don Murchison berasal dari Selandia Baru namun bermigrasi ke Australia dan menciptakan suatu pekerjaan bagi dirinya sendiri. Sebenarnya ia dahulu kuliah jurusan Hukum dan disiapkan untuk menjadi seorang Lawyer seperti ayahnya. Namun Don berjiwa seniman sehingga ia menentukan untuk menghentikan kuliahnya dan mengikuti panggilan hatinya untuk menjadi seorang seniman. Ia memang manusia serba bisa, ia bisa membuat mozaik kaca yang umum disebut leadlight windows. Karyanya sungguh menarik, cuilan kaca berwarna-warni dirangkai dengan pinggiran timah dan bisa dipasang pada pintu atau jendela sehingga sinar masuk. Cahaya yang terpantul dari jendela kaca sedemikian sungguhlah menawan. Tetapi tidak berhenti disitu saja, Don juga ahli bangunan, tukang kayu dan seniman instalasi. Pada tanggal 1 September malam kami ikut diundang menghadiri pembukaan pameran di rumahnya.


Photo AlbumKisah-kisah Imigran di Australia (1 photo)Aug 25, '06 12:17 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Bacaan tentang kisah-kisah orang-orang yang bermigrasi ke Australia dan cara mereka "survive", silakan buka http://kisahkisahimigran.blogspot.com/

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help