Life in Australia & Life in Indonesia

theresa's posts with tag: life in this world

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag life in this world
Blog EntryUntuk Direnungkan : Hal-hal Yang Sulit (*)Jan 17, '08 8:06 AM
for everyone

Tamu sudah pulang tetapi hari ini banyak perbincangan yang menarik. Ada banyak hal yang bisa direnungkan ketika kita menghadapi hal-hal seperti di bawah ini.

Adik sang tamu yang tinggal di Denmark baru saja kehilangan anjing kesayangannya. Cara kehilangannya tragis sekali. Ia sedang berjalan-jalan dengan anjingnya dan ketika menyeberangi rel kereta api, kereta hampir lewat jadi ia berjalan tergesa-gesa. Sayangnya anjingnya tertinggal di belakangnya. Kalau ia menyeberangi rel, waktu tak ada lagi, mungkin ia tertabrak kereta tapi Ia tidak bisa menyuruh anjingnya untuk berhenti di seberang rel, anjing itu berlari mengejarnya dan ...keretapun tiba! Sungguh menyedihkan, tak bisa diceritakan di sini. Ia sangat menyesali kejadian tersebut, andaikan....

Aku jadi teringat peristiwa-peritiwa yang sulit lain, misalnya ketika kita harus memilih melakukan sesuatu yang seperti "Bak memakan buah Simalakama, dimakan mati ayah tidak dimakan mati ibu!"

Ketika terjadi Tsunami di Aceh, seorang wanita yang telah berhasil berenang di laut menggandeng ibu dan adik perempuannya harus menentukan sesuatu. Pilih ibu atau adik karena ia tak kuasa memegang keduanya. Keputusannya adik dilepaskan dengan harapan ia lebih muda jadi lebih bisa mempertahankan diri. Ibunya selamat tetapi adiknya tersangkut pohon dan tewas. Sungguh suatu pilihan yang sulit!

Di Amerika pernah juga terjadi seorang ayah yang bertugas membuka jembatan hingga kapal bisa lewat mengalami hal yang sulit juga. Anak laki-lakinya yang bengal memanjat bagian jembatan yang akan dibuka tepat pada saat kapal akan lewat. Bila jembatan tidak dibuka, orang sekapal akan terkena musibah, bila jembatan dibuka anaknya menjadi korban. Namun demi keselamatan orang sekapal, ia memang harus melakukan pilihan membuka jembatan. Sungguh sulit!

Pernah juga kubaca riwayat seorang gerilya Indonesia ketika sedang berjuang melawan Belanda. Sang gerilya menggendong bayi yang dilahirkan isterinya beberapa hari sebelumnya. Sang isteri meninggal ketika melahirkan. Sang gerilya terpaksa membawa bayinya bergerilya bersama kompinya. Ketika pasukan tersebut harus menyeberangi sungai, tentara Belanda berada di atas mereka di jembatan. Suatu dilema, bayinya menunjukkan tanda-tanda akan menangis dan bila tubuhnya menyentuh air, sang bayi pasti akan menangis lebih keras lagi sehingga membahayakan seluruh pasukan.Tak mungkin menyeberang tanpa si bayi menangis karena air sungai cukup dalam. Ia terpaksa menyeberang bersama pasukan namun bayinya dibenamkan ke dalam air....Suatu pengorbanan yang besar. Sungguh sulit!

Oh, Tuhan semoga kita dihindarkan dari hal-hal sulit seperti di atas! Suatu hal yang patut kita renungkan.


Di Perpus-ku dulu ada sebuah buku tua berisi kumpulan Science Fiction tahun 1970an kira-kira , tapi isinya menarik. Buku itu hilang namun ceritanya masih kuingat, salah satunya ini tapi ini ditambah fiksiku sendiri (seingatnya).

Konon, pada tahun 2525 (Tahun lagunya The Beatles "In The Year 2525") nantinya "babby sitter" telah digantikan oleh robot dan itu sudah menjadi ketentuan pemerintah. Sebuah keluarga yang pas-pasan ekonominya membeli sebuah robot "second-hand" yang usianya tinggal 3 tahun untuk menjaga anak mereka bernama Peter. Robot model MK29/00/BB ini diberi nama Robert dan mengasuh si Peter dengan setia.

Setelah si Peter berusia 3 tahun, sang robot sudah kadaluwarsa harus diserahkan ke bagian pembuangan robot dan keluarga itu harus membeli robot baru yang layak pakai. Dibelilah robot model baru yang super canggih dan si "Robert" dibuang.

Ternyata sehari-hari kerja Peter menangis karena robot yang baru walau pun canggih sekali namun kekurangan satu hal yaitu "emosi". Robot model terbaru itu tidak didesain beremosi.

Peter kecil sangat kehilangan si Robert sehingga akhirnya ayah dan ibunya mengajaknya ke tempat pembuangan para robot untuk mencari si Robert. Di tempat pembuangan robot tampak bergeletakan para robot yang semua hampir mirip bentuknya. Banyak yang sudah berubah menjadi rongsokan tertimpa hujan dan panas.

Peter kecil berteriak:”Roberttttt!!!!!” Dengan suaranya yang nyaring dan tiba-tiba di antara rongsokan robot, ada suara :”Klontang-klonteng-klontang-klonteng!” dengan terseok-seok berlarilah sebuah robot mendatangi si kecil Peter. Robot itu menghampiri si Peter dan menggendongnya dengan penuh sayang! Tak salah lagi, itulah dia si Robert. Kedua orang tua Peter berlinang air mata menyaksikan pemandangan itu.

Selesai! What do you think guys? Mengharukan ya?


Photo AlbumA Scrapbook for BAMBY (2 photos)Jun 5, '07 9:37 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Congratulations Bamby on your Graduation! Ini ScrapBook dari BuDe TJ ya! Aduh ikut bangga dengan kesuksesan yang dicapai oleh Bamby! Selamat juga untuk D'Ez sekeluarga!

Blog EntryUntuk Direnungkan : Berapakah Bintang Kita?May 21, '07 7:22 AM
for everyone

Usia belum tentu menentukan banyaknya "bintang" yang kita miliki. Apakah yang disebut "bintang" itu? Bagiku pribadi bintang artinya jumlah penderitaan yang kita alami. Semakin banyak penderitaaan itu semakin tergembleng jiwa kita dan yang diharapkan adalah semakin kita butuh pertolonganNYa dan semakin kita merasa berSYUKUR sepanjang hidup kita.

Bintang yang menghiasi hidup kita itu akan memperkuat diri kita menghadapi persoalan hidup serta menghitung berkatNya. Ketika sedang menjalani penerimaan "bintang", ingatlah bahwa bintang-bintang itu akan berguna di kelak kemudian hari. Pertanyaannya, untuk mendapatkan banyak bintang ; "Dalam hidup ini sudah sampai sejauh mana penderitaan kita?"

Seorang siswa yang belajar bermain biola telah menguasai tehnik bermain biola dengan sangat baik dan ketika memainkan biolanya di depan gurunya, sang Maestro berkata:"Nak, tehnikmu sudah hebat, sayang sekali, kau kurang "menderita" nak, itu nampak dari musik yang kau gesek!"

Seorang muridku di Sydney (anak konglomerat di Indo) yang belajar kesusasteraan sangat sulit mendalami buku-buku sastra yang dibacanya, aku bertanya padanya :"Penderitaan apa yang pernah kau alami? Pernahkah kau menderita?" Lama ia berpikir, jawabnya:" Ya, sekali saja, kalau itu boleh dibilang menderita!" Apakah itu? Hanya sekali dalam hidupnya ia "kelaparan" ketika ibunya pulang terlambat! (Astaga!) Ia sama sekali belum pernah menderita.

Franz Kafka seorang sastrawan menulis cerpen berjudul : Metamorfosa. Ia menderita penyakit mengerikan dan itu digambarkannya ia berubah menjadi mahluk menyeramkan hingga dijauhi orang-orang. Dirinya berubah menjadi mahluk mengerikan. Bagaimana bisa mendalami bacaan ini kalau kita belum pernah menderita? Sebaliknya bila pernah menderita, alangkah dahsyatnya perbandingannya.

Aku berpikir memiliki suatu bintang yaitu dikala aku sakit setahun pada usia 19 tahun, terpaksa mondok di RS Bethesda. Nil by mouth! Tidak boleh makan atau pun minum hanya diinfus dan duduk tegak 90 derajad (silakan baca http://theresajackson.multiply.com/journal/item/327) .Tetapi ternyata ada seseorang yang jauh lebih besar "bintangnya" daripadaku. Orang itu disiksa hingga bisu tuli (tahanan G30S PKI) dan diborgol di tempat tidurnya dan disembuhkan untuk bisa diadili dan dipenjara lagi.

Pada saat kita mendapat "bintang" tabahlah, tengoklah orang yang mendapat "bintang" lebih tinggi, penderitaan kita menjadi ringan namun tugas kitalah untuk mendoakan orang tersebut, dan Bintang-bintang diberikan agar kita lebih dekat denganNya. Bintang-bintang "memperkaya batin" kita hingga bisa peka terhadap orang lain dan tidak takabur dalam hidup dan selalu tergantung padaNya karena hidup kita ini milikNya! Amien!

CATATAN:

Aku menulis postingan ini khususnya untuk seorang sahabat yang sedang menerima "bintang", semoga ia dikuatkan olehNya. Amien!


Blog EntryUntuk Direnungkan: Siklus KehidupanMay 19, '07 11:47 PM
for everyone

Aku teringat pada almarhum nenekku dan juga orang-orang yang menjadi tua dan kita menjadi perawat mereka. Aku pernah merawat ayahku, nenekku dan ibuku. Ketika sedang menjalankan tugas merawat itu, sungguh berat tantangan yang harus dihadapi. Hanya kekuatan dariNya yang bisa menolong kita.Proses yang terjadi sehabis merawat orang tua adalah timbulnya kekuatan dariNya untuk melampaui semua ini dan menyadari kelemahan dan ketergantungan kita padaNya sebagai manusia. Tulisan ini kuperuntukkan bagi seorang sahabatku yang sedang merawat ayahnya, semoga dikuatkan olehNya! Amien.

SIKLUS KEHIDUPAN

Ia bertubuh dewasa, namun berjiwa bayi,

menyerupai raksasa tua yang kehilangan gigi,

ompong, terkapar tak berdaya, kalah perang.

Ia sedang menjalani akhir siklus hidup

seorang anak manusia.

 

Ia berteriak, ia menjerit, ia menangis,

ia lupa diri, ia menceracau, ia berada

dalam kubangan kotorannya sendiri.

 

Ia merengek, ia menggerutu, ia mengomel berkepanjangan,

ia berada dalam kubangan air seninya sendiri.

 

Ia berubah, menjadi hantu di siang bolong,

dan jin di malam hari,

mengganggumu, memaki dan memasung kakimu

serta membuatmu malu.

 

Di saat seperti itu, serasa ingin kau cekik

dan kau pancung kepalanya.

Namun, dahulu kala,

ia menggendongmu, ia menyuapimu, memeliharamu, memperhatikanmu,

mengurusimu, menyayangi dan mencintaimu

dengan cintanya yang mengalir murni dari lubuk hatinya,

kaulah anak semata wayangnya, biji matanya,

pujaan hatinya.

Ia menghiburmu dikala kau menangis,

menina-bobokanmu dikala kau mengantuk,

menjagamu berhari-hari tanpa tidur ketika kau sakit.

 

Pada saat ingin kau benci dia,

sebal pada semuanya,

ingatlah semua yang manis yang telah dilakukannya.

Ambil air,

basuh wajah dan tubuhnya,

ingatlah saat ia memandikanmu.

Ambil handuk, keringkan tubuhnya,

pakaikan pakaiannya, nyamankan dia

seperti yang dilakukannya saat kau kecil.

Ambil minyak kayu putih,

borehkan pada perutnya,

persis seperti saat kau bayi.

 

Ia harus dipapah,

seperti saat kau belajar melangkah.

Ia harus diasuh,

tak kuasa menguasai dirinya lagi.

Ia harus disuapi,

seperti dulu ketika membesarkanmu.

 

Ketika menyuapinya,

bayangkan dulu ketika kita disuapi,

dan kelak kita pun akan disuapi lagi.

Ketika memandikannya,

bayangkan ketika dulu kita dimandikan dan

pada suatu saat akan dimandikan lagi.

 

Siklus hidup terlalu berat,

terlalu sengsara,

ketika sedang dijalani.

Jalankan dengan tawakal,

niscaya ada manfaatnya,

ketika pada setiap detik kau merawatnya,

kau panjatkan doa padaNya,

memohon kekuatan dariNya,

agar anak manusia yang lemah,

bisa melampaui semua ini.

 

Sayangi dia, doakanlah dia,

dalam segala keterbatasannya,

hanya DIA yang bisa menolongmu.

Ketika hatimu marah,

redakanlah dengan doa,

agar bisa mencintainya secara lengkap,

ia yang "dulu" dan ia yang "sekarang".

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help