Life in Australia & Life in Indonesia

theresa's posts with tag: kolektor mania

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kolektor mania
ddd
dThumbnaild
ddd
Di perpustakaan pribadiku sudah ada serial komik Sie Djin Koei Tjeng Tang (6 jilid) namun masih kurang serial Sie Djien Koei Tjeng See (sambungannya) mungkin juga 6 jilid. Komik bergambar oleh pelukis Siauw Tik Kwie ini pernah terbit di Majalah Starweekly secara berkala pada tahun 1960an kemudian diterbitkan lagi pada sekitar tahun 1990an oleh penerbit Gabungan Tri Dharma Indonesia. Apakah ada yang punya? Kalau terpaksa fotocopy-pun mau..Barter dengan buku atau apa saja dari Australia, boleh juga dibeli. Silakan PM ke TJ, terimakasih!

Photo AlbumWayang Binatang Koleksiku (1 photo)Apr 16, '07 5:39 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Dibawa dalam sebuah tas Batik khusus, wayang binatang tatahan Pak Sagiyo, penatah wayang terkenal dari desa Gendeng, kecamatan Bangun Jiwo, dekat Kasongan, Bantul ini sampai di Australia. Selain wayang binatang ada juga Limbuk dan Cangik. Ada sayembara :

1. Siapakah Limbuk dan Cangik?
2. Seorang raksasa bernama Dadung Awuk memiliki sekelompok binatang apa yang pernah disewa oleh Gatotkaca untuk (serah-serahan) pada pesta pernikahan Arjuna?

Blog EntrySelingan : Koleksi OtopedJan 4, '07 9:40 AM
for everyone

Sewaktu berada di Melbourne, di Queenscliff sebuah kota kecil di tepi pantai, Sanae-san berbaik hati memberiku kesempatan untuk mampir ke sebuah Toko Antik, yah hanya sekali saja sepanjang perjalanan 5000kilometer itu. Soalnya "berbahaya". Di toko itu aku melihat sebuah Otoped! Tetapi setelah hampir 30 menit berada di sana diputuskan yang dibeli adalah sebuat teko besi tua disebut "Ironcast Kettle", itu saja! Beratnya mak!

Aku menunjukkan pada Yu Ratri label harga otoped di depan toko itu yaitu $120, di "Museum" di rumah nomor 57 sudah ada 3 Otoped Cyclops buatan Australia semacam itu, rata-rata dibeli seharga $60 di Cromwell's (Rumah Lelang Bergengsi di Pyrmont) jadi sudah naik 2 kali lipat! Emangnya mau jadi pedagang? Tidak! Tetapi siapa tahu besok kalau sudah "tua" sekali bisa berjualan antik melalui e-bay (Hehehehe!). Sekarang Otoped-otoped itu disandarkan saja dan diberi fungsi lain, kadang tempat menaruh buku-buku, atau "doona" atau "sleeping bag", atau pun gantungan tas, mereka berdiam disitu untuk memberikan ide-ide kreatif dan diam-diam harganya naik.

Dahulu sewaktu aku kecil, ingin sekali mempunyai Otoped tapi ayahku tidak mengabulkannya. Ayahku membuatkan kami mainan sendiri di bengkelnya yaitu mobil-mobilan Jeep kecil yang bisa dikayuh karena ada pedalnya (maklum adikku tiga laki-laki semua). Aku masih ingin Otoped jadi kini sudah bisa menentukan sendiri untuk membelinya walaupun tidak pernah menaikinya! Ayo siapa dulu pernah punya Otoped? Asyik kan?


Blog EntrySelingan : Coretan Pertama di Tahun 2007Jan 4, '07 3:52 AM
for everyone

Gara-gara bersih-bersih rumah (besok ada tamu), apa-apa ketemu! Tinta hitam untuk menggambar Merk Waterman ketemu terus juga sebelum berangkat ke Kangaroo Island aku membeli sebuah tangkai pena dari kuningan antik buatan tahun 1800an plus mata penanya. Jadi iseng-iseng tangannya yang gatal (karena disengat Wasp) daripada gatal benar gatalan untuk menggambar. Diketemukan amplop dari Sydney West Area Health Service dan dipakailah untuk menggambar coretan pertama tahun 2007 tentang Bubu-Cupik.

Aku ingat dulu sewaktu duduk di bangku terakhir SMA aku selalu mencatat dengan pena (tulpen-ditutul jadi pen) dengan tangkai pena VOC warisan dari kakekku. Pena itu sudah hilang entah kemana jadi sebagai gantinya kini yang baru dibeli ini, pada tangkai tersebut tertulis HOME  Germaney - bukan Germany, aneh)dan ada gridnya 4 dengan tulisan ABCD, beratnya kira-kira 50 gram, berat lho! Adakah yang masih ingat menggunakan pena semacam ini untuk "Tulis Halus"?


ddd
dThumbnaild
ddd
Renda-renda hasil rajutan yang halus ini kukumpulkan satu persatu untuk hiasan Meja Makan pada perayaan Natal. Aku tidak bisa menjahit, bisanya mengoleksi saja.

Blog Entry"Bermain" dengan Peralatan Minum Teh UnikNov 9, '06 5:52 AM
for everyone

Yang jelas bila teman-teman bertamu ke rumahku, pasti akan disuguhi teh dari perpustakaan tehku. Tidak hanya itu saja namun, alat perlengkapan minum teh itu menjadi semacam "pertunjukan", bukan seperti upacara minum teh di Jepang tapi alat-alatnya itu unik seperti "toys" seperti mainan.

Waktu aku kecil, aku memang selalu bermain dengan ketiga adikku laki-laki, makan dan minum dari piring-piring dan peralatan bonekaku. Kini sudah "gede" masih suka mainan juga, why not?

Dimulai dari cangkirnya, ada bermacam-macam yang tampak pada gambar adalah yang buatan tangan dari Jepang hadiah Sanae-san. Aku suka karena yang coklat itu bahkan ada cap alur tangan si pembuat dan yang biru itu diwarnai dengan airbrush seperti warna daratan dan langit.

Tempat gulanya buatan Inggris, wadah gula terbalut perak dengan pemberat pada tutupnya sebuah sendok gula perak. Bila sendok diangkat tutup terbuka dan bila dipasang kembali tempat gula itu menutup. Tempat gula ini dibeli di sebuah toko antik bernama "Pyramoon" terletak di Pyrmont tapi kini sudah tutup.

Sendoknya dibeli sewaktu pergi ke kota Den Haag, tepatnya di Pasar Langevoorhout, di depan Centraal Station (buka pada hari-hari tertentu saja). Sendok itu berhiaskan sebuah kereta seperti milik Sri Sultan Hamengkubuwono X itu ditarik sepuluh ekor kuda namanya "De Gouden Koetse" (Kereta emas).

Teh untuk hari ini dipilihkan teh hadiah dari seorang murid Bahasa Indonesia yang dibeli dari The Tea Centre, The Glass House Pitt Street Mall, Sydney 2000, Cream : Black Tea Caramel and Vanilla. Rasa dan baunya beraroma karamel dan panili sungguh sedap! Murid itu adalah seorang "Lawyer" yang senang dengan pelajaran yang diterimanya. Gurunya juga senang bisa menikmati teh sedap itu sampai hari ini.

Payung Teh yang disebut "Dutch Tea Strainer" tampak disini, alat itu membantu menyaring teh dan mengatur kucuran teh terbuat dari metal tinggal dipasang pada moncong teko. Untuk membersihkannya, tinggal dicabut dari teko dan dicuci di bawah alira air keran, dipakai ulang selamanya.

Bila minum teh untuk seorang atau dua orang saja dan ingin memakai daun teh dan bukan teh celup, sendok khusus dari Inggris yang dibeli di Portobello Market di kota London ini sangat membantu. Sendok dibuka bak mulut buaya menganga, teh dimasukkan, tutup lagi dan masukkan dalam "mug" dan dituangi air panas, jadilah tehnya "Tea for One" atau "Tea for Two", asyik kan?

Apakah benda-benda ini harganya mahal? Sama sekali tidak, bukankah dibeli di pasar yang di Holland sebutannya "Vlooienmarkt" dan di Inggris atau pun di Australia disebut  "Flea Markets"?


VideoAlat Jadul Pengocok TelurOct 30, '06 6:44 AM
for everyone
Alat yang digerakkan oleh pir ini sungguh unik, dengan menekankannya pada dasar mangkuk, alat akan berputar mengocok telur, atau berfungsi sebagai mixer sederhana berjalan tanpa baterei atau pun listrik. Warna bagian ujung mau pun gagangnya yang terbuat dari plastik itu oranye, mungkin dibuat pada tahun 1970an, Made in Australia. Yang berperan sebagai pengocok telur adalah Yu Ratri di depan komputernya (bukan di dapur).

Diperoleh dari "The Vinnies", harganya hanya 25 sen alias Rp.1500,- saja. One and only! Tidak ada duanya. Uang 25 sen di Australia itu sebenarnya tidak bisa dibelikan apapun karena bila dibandingkan, biaya foto copy selembar saja sudah 30 sen.


MOV09389.MPG (1.4 MB)

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help