Yang jelas bila teman-teman bertamu ke rumahku, pasti akan disuguhi teh dari perpustakaan tehku. Tidak hanya itu saja namun, alat perlengkapan minum teh itu menjadi semacam "pertunjukan", bukan seperti upacara minum teh di Jepang tapi alat-alatnya itu unik seperti "toys" seperti mainan.
Waktu aku kecil, aku memang selalu bermain dengan ketiga adikku laki-laki, makan dan minum dari piring-piring dan peralatan bonekaku. Kini sudah "gede" masih suka mainan juga, why not?
Dimulai dari cangkirnya, ada bermacam-macam yang tampak pada gambar adalah yang buatan tangan dari Jepang hadiah Sanae-san. Aku suka karena yang coklat itu bahkan ada cap alur tangan si pembuat dan yang biru itu diwarnai dengan airbrush seperti warna daratan dan langit.
Tempat gulanya buatan Inggris, wadah gula terbalut perak dengan pemberat pada tutupnya sebuah sendok gula perak. Bila sendok diangkat tutup terbuka dan bila dipasang kembali tempat gula itu menutup. Tempat gula ini dibeli di sebuah toko antik bernama "Pyramoon" terletak di Pyrmont tapi kini sudah tutup.
Sendoknya dibeli sewaktu pergi ke kota Den Haag, tepatnya di Pasar Langevoorhout, di depan Centraal Station (buka pada hari-hari tertentu saja). Sendok itu berhiaskan sebuah kereta seperti milik Sri Sultan Hamengkubuwono X itu ditarik sepuluh ekor kuda namanya "De Gouden Koetse" (Kereta emas).
Teh untuk hari ini dipilihkan teh hadiah dari seorang murid Bahasa Indonesia yang dibeli dari The Tea Centre, The Glass House Pitt Street Mall, Sydney 2000, Cream : Black Tea Caramel and Vanilla. Rasa dan baunya beraroma karamel dan panili sungguh sedap! Murid itu adalah seorang "Lawyer" yang senang dengan pelajaran yang diterimanya. Gurunya juga senang bisa menikmati teh sedap itu sampai hari ini.
Payung Teh yang disebut "Dutch Tea Strainer" tampak disini, alat itu membantu menyaring teh dan mengatur kucuran teh terbuat dari metal tinggal dipasang pada moncong teko. Untuk membersihkannya, tinggal dicabut dari teko dan dicuci di bawah alira air keran, dipakai ulang selamanya.
Bila minum teh untuk seorang atau dua orang saja dan ingin memakai daun teh dan bukan teh celup, sendok khusus dari Inggris yang dibeli di Portobello Market di kota London ini sangat membantu. Sendok dibuka bak mulut buaya menganga, teh dimasukkan, tutup lagi dan masukkan dalam "mug" dan dituangi air panas, jadilah tehnya "Tea for One" atau "Tea for Two", asyik kan?
Apakah benda-benda ini harganya mahal? Sama sekali tidak, bukankah dibeli di pasar yang di Holland sebutannya "Vlooienmarkt" dan di Inggris atau pun di Australia disebut "Flea Markets"?