Life in Australia & Life in Indonesia

theresa's posts with tag: kisah-kisah imigran

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kisah-kisah imigran

Banyak sekali para pengungsi Vietnam yang kini bermukim di Australia, mereka dikenal dengan sebutan "manusia perahu", dahulu banyak dari mereka yang mengalami "masa transit" di Pulau Galang.Contoh perahu yang digunakan "Boat People" bisa dilihat di Museum Maritim di Darling Harbour, terletak di sebelah Perahu Bugis "Sekar Aman".

Pemicu utama terjadinya pengungsian adalah jatuhnya Vietnam Selatan ke tangan kekuasaan Vietnam Utara atau Vietkong, selain juga situasi kacau di Kamboja. Indonesia adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang memberikan respons terhadap masalah internasional itu dengan menempatkan para pengungsi di Pulau Galang, 50 kilometer sebelah selatan Pulau Batam.

"Kampung Vietnam" di Pulau Galang yang ada pada tahun tahun 1979-1996 itu pernah dihuni oleh sekitar 250 ribu orang manusia perahu dan mereka hidup bersama penduduk setempat dengan imbalan barang-barang yang mereka bawa, pada umumnya berupa emas. Kesan penduduk pada umumnya diantara mereka itu tampaknya banyak golongan orang berada.

Selama 18 tahun Pulau Galang melindungi mereka namun sekitar 5000 orang dipulangkan ke kampung halaman dan yang lainnya menuju ke tanah air yang baru tersebar di negara-negara seperti  Australia, Perancis dan Amerika Serikat. Perkampungan Vietnam di Pulau Galang yang indah itu tak dapat begitu saja mereka lupakan.

Terlihat pada foto, sebuah perusahaan yang dinamai "Galang", nama itu merdu dan indah bagi mereka. Di negara yang menerima kedatangan mereka seperti Australia, para pengungsi Vietnam yang bermodalkan "Tok-Ji-Mbi-Ji" (Celana satu baju satu - modal dengkul) namun dibantu pemerintah Australia dan kemauan mereka yang kuat, banyak yang muncul menjadi pelaku bisnis sukses berangkat dari nol!

Nanti malam kami akan mengunjungi Old Thanh Huong Restaurant yang terletak di Illawara Road, Marrickville. Resto ini dikelola oleh seorang Vietnam mantan pengungsi dari Pulau Galang. Disana ia bahkan belajar memasak masakan Indonesia dari penduduk setempat seperti Nasi Goreng, Gado-gado, Mie Goreng dll sebagainya dan kini dalam menu Resto itu makanan Indonesia a la Galang dicantumkan. Resto ini mendapat nilai keseluruhan 9 (Makanan 8.8, Suasana 6.4, Pelayanan 7.1 dan nilainya 9) dari pengamat kuliner di Australia.

Resto itu sangat ramai sehingga di sebelahnya pernah ada "Thanh Huong Restaurant" (2) tapi dikelola bibi resto pertama namun baru-baru ini resto itu tutup karena ratingnya di bawah Old Thanh Huong Restaurant (yang asli). Tunggu postingan nanti malam!


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help