
Seri Jajanan Nusantara : Telah dimuat sebagai artikel di Majalah Gamelan No.46 Edisi September 2005 (halaman 39)
Ini adalah secuil kisah imigran dari Tiongkok ke Indonesia. Keluarga Tang bermigrasi ke Indonesia pada tahun 1938 dari Kanton. Di Kanton menu utama adalah selalu mie dan kebanyakan orang makan "Mie Pangsit Kuah", namun Bu Tang Ping menciptakan menu baru ketika membuka restoran pada tahun 1956 di tepi Sungai Code, Yogyakarta. Bermula dari asal kata Tan Mien yang berarti "Mie Telur" ia menyebut masakannya Ta Mie. Mie telur buatan sendiri itu sebelum diberi kuah sengaja digosongkan dulu di dalam wajan baja yang dipanaskan di atas tungku kayu bakar. Asap kayu bakar membuat bau mie menjadi khas dan juga 'kuah nyemek' yang dimasak setelah itu memiliki aroma bau gosong yang sedap itu.
Ibu Tang meninggal pada tahun 1981 dalam usia 76 tahun. Dari tujuh orang anaknya, hanya satu yang mewarisi bakatnya memasak. Resep tradisional keluarga Tang diwariskan pada anak perempuannya yang bernama Tang Lae Fong (lahir pada tahun 1939). Meskipun tidak ada rahasia khusus dalam memasak Ta Mie, menurut Tang Lae Fong, untuk memasak diperlukan bakat. "Walau pun hanya 'plang-plung'...namun bakatnyalah yang menentukan rasa makanan tersebut"Ujarnya polos.
Pelanggan restoran kecil ini termasuk keluarga Keraton Yogyakarta dan Kasunanan Solo. Meja kayu sederhana dengan bangku panjang kayu adalah perabot rumah makan ini, bahkan bahan bakar untuk memasak juga kayu, serba kayu, simpel namun rasanya sungguh tidak bisa ditiru! Unik! Mie gosong ini tak bisa diketemukan di daratan Cina, lain dengan Ifumie.
Masih ada kesempatan bagi yang ingin mencicipi Ta Mie di Yogya, rumah makan kecil itu letaknya tak jauh dari tempat siaran Radio Reco Buntung. Pangsit gorengnya juga sedap!
Catatan: Aku selalu pesan Ta Mie (dengan udang dan ayam, tanpa daging babi - karena kebetulan tidak suka makan daging babi). Keluarga kami sudah berlangganan makan di tempat ini oleh karenanya sudah disebut "Makanan Keluarga"...berasal dari "Tang Dynasti".Sambil duduk menikmati makanan ini sekaligus bernostalgia dengan masa lampau. Dulu makan bersama ayah dan ibuku, kini dengan adik-adikku laki-laki, ipar serta anak-anak mereka. Tak terbayang sudah jadi sekian banyak, dulu rasanya hanya ayah-ibu dan kami berempat!
Keterangan Tambahan : Alamatnya sudah ketemu yaitu Jl.Jagalan Beji nomor 7, Yogyakarta dan telepon nomor 510 971