Sejak tiba di Australia 13 tahun yang lalu hingga kini pekerjaanku adalah mengajarkan Bahasa Indonesia pada orang Australia. Tugas mengajar itu dilakukan baik di TAFE maupun di Universitas, misalnya beberapa tahun pernah menjadi pengajar Bahasa Indonesia di Universitas Sydney. Akhir-akhir ini aku mengajar di kantor-kantor pemerintah, istilahnya 'in-house training' untuk orang-orang yang akan dikirim ke Indonesia, istilahnya calon expat. Pada training yang terakhir, kudapatkan buket bunga yang besar dan indah. Aku selalu menggunakan public transport seperti kereta api dan bus, kerepotan juga kalau pada jam pulang kantor dimana kendaraan umum penuh membawa buket bunga. Untung, sehabis acara mengajar itu ada acara lain yaitu suatu opera yang salah satu pelakunya anak orang Indonesia. Nah, jadinya sehabis menonton opera, bunga langsung diberikan padanya!
Pengalaman mengajar kadang lucu-lucu juga. Ternyata belajar Bahasa Indonesia itu cukup sulit bila telah sampai tingkat Mahir, contohnya ketika mengajar di tingkat akhir jurusan Asian Studies dng mata pelajaran Bahasa Indonesia itu, aku menceritakan tentang sekelumit kisah Ramayana yaitu sepenggal kisah Rama dan Sinta ketika berada di Hutan Dandaka, Sinta melihat kijang emas sehingga Rama ditemani Lesmana mengejar kijang emas tsb untuk Sinta. Sementara itu Rahwana yang jatuh cinta pada Sinta datang menculik Sinta (kijang emas itu hanya untuk menggiring Rama dan Lesmana pergi meninggalkan Sinta).
Wah, ceritanya seru juga karena harus bawa wayang-wayang dan ditancapkan di atas kardus agar ceritanya bisa melihat "Dhalang" gitu! Sesudah itu, para mahasiswa diminta untuk mengarang tentang kisah itu. Minggu depannya pekerjaan dikumpulkan dan salah satu mahasiswi menulis begini : "Rama dan Lesmana lari mengejar kijang emas dan ketika mereka kembali ternyata Sinta telah diciduk oleh Rahwana." Aduh, bingung aku, kok bisa ditulis diciduk, aku buka kamus disitu tertulis : ciduk = taken by force. Terpaksa aku terangkan pada si mahasiswi tentang kesalahannya. Ternyata sekelas bengong, kata diciduk tidak lucu bagi mereka, satu pun tak ada yang tertawa...hanya aku sendiri yang kesel. Masih ditambah lanjutan karangan itu begini :" lalu Rama pun bersorak-sorai....." Lho, gimana nih, isterinya diculik kok bersorak-sorai, lihat lagi di kamus : bersorak-sorai = shout.... Alamak, syusyahnya! Nah, harus diterangkan lagi bedanya bersorak-sorai dan berteriak atau menjerit:"Wah, gawat Sinta diculik Rahwana!" bukan diciduk!! Emangnya ia tidak bersih lingkungan dan tersangkut G30S PKI apa?...