theresa's posts with tag: hidup kreatif
|  | Kutemukan buku koleksi kartun ini di sebuah toko buku antik di kota Leiden berharga 32.50 Gulden pada tahun 2001. Aku sangat menyukai coretan O.Fabres yang tegas, langsung dan menggelikan.
O.Fabres seorang ilustrator terkenal pada tahun 1930an dan bukunya diterbitkan dalam jumlah terbatas dengan jenis kertas tertentu. Karya ilustrasinya biasanya diterbitkan sebagai "Folder Materiaal", jurnal terbatas misalnya tentang perjalanannya ke negeri-negeri yang pada masa itu dianggap eksotis. Ini adalah salah satunya "Java-China-Japan Lijn (1934" dan pada tahun 1932 ia menjadi ilustrator buku album mobil Bugatti "L'Album du pur-sang de l'automile" by Capitaine Loiseau dan diberi ilustrasi oleh O.Fabres.
Buku album Bugatti itu dicetak sebanyak 620 exemplar saja (terbatas) tetapi 120 diantaranya dicetak dengan kertas Japan Parchemine Paper. Bila ada di pasaran buku ini nilainya @2500 Euro dan yang kertas biasa @1500 Euro.
Buku kartun milikku itu masih ada di pasaran dalam jumlah terbatas namun yang dengan kertas biasa harganya hanya sekitar US $17, yang milikku kertasnya Papier Hyacint (bernomor 1 hingga 100).Milikku nomor 29.
Kata sambutan ditulis oleh seorang konsul Hindia Belanda bernama Profesor J.Van Kan dan kartunis ini berasal dari Antwerpen, Belgia dari negeri tempat asalnya TinTin (Herge).
APA YANG LUCU? Saking suburnya Indonesia, orang yang bertongkat itu mengobrol dan tongkatnya yang tertancap di tanah tumbuh! Eksotis kan? Seperti lagunya Koes Plus (Bukan Lautan Hanya Kolam Susu). |
Ketika kopdaran di Yogya, kita sempat pergi ke TOKO PROGO (Ine, NingNong, Jo Beruang dan TJ). Semua selalu ingat seseorang nun jauh disana yaitu ESTHERLITA. "Wah, Mbak TJ klo jalan secepet Bu Esther lho, juga motretin sana-sini kayak Bu Esther!" Tetapi sewaktu melihat alat untuk memotong lonthong ini, Ning langsung pilih satu :"Ini kayak yang dibeli Bu Esther!" Dalam gambar ini tampak di latar belakang, siapa hayo? Aku sedang bereksperimen cara penyajian lain ilustrasi gambar bila cetakannya "Black and White". Memang berwarna jauh lebih bagus tapi kenyataannya cetakannya selalu BW (di majalah). Bagaimana pendapat teman-teman? Alamat MPnya online-buddyku yang mengunjungiku ke Yogya bersama Ine naik pesawat dari Jakarta itu adalah http://ningnong.multiply.com/
|  | Hari-hari di musim dingin ini kuanggap waktu untuk "kursus pribadi" mengotak-atik SotoSop sebisanya. Mungkin sederhana namun berguna, setiap jam ada kemajuannya. Nah, inilah hasil eksperimen membuat komik, pelakunya adalah para MPers yang kopdaran di Yogya bulan Februari 2007 lalu. Maaf, tidak semuanya namun yang "terkena jepretan lensa TJ" lagi makan. Nah, inilah hasilnya! Jangan lupa besok ada pesta disini untuk teman kita..Siapa hayo yang ultah besok? Bagi yang kena jepretan lensa jangan marah ya? Hehehehe!!!! |
|  | Sudah tertebak!!!! |
|  | Desain kulit buku dibuat dengan PhotoShop, perpaduan warna Bubu dan Cupik bisa dibuat kotak-kotak dasarnya. |
Para kuciang kedinginan dan sibuk menjajah kotak kardus yang terletak dekat perapian. Cupik yang gendut itu melipat tubuhnya berbaring dalam doos yang sempit. Perhatikan wajahnya, kayak mau dijual aja! Lutuuuuuna!!!! Foto Cupik dibuat bereksperimen dijadikan ilustrasi dengan SOTOSOP eh PhotoShop!
|  | Pembelian dilakukan semalam, harganya sekitar $40 plus asuransinya. Program baru saja bisa diakses gara-gara gaptek soal pemasangan Installation ID dan Activation Code. Kini sudah diizinkan memakai program itu dengan "legal" bukan 15-day trialnya lagi! Program ini bagus sekali! Walaupun gaptek, bimbingan dilakukan lewat e-mail beberapa kali oleh salah satu staf mereka bernama Stacey dan sukses! |
 Foto tiga ikan Bonito ini dirubah menjadi seperti lukisan dengan PhotoShop. Sekarang prosesnya tidak melalui die-mailkan agar menjadi Jpeg tapi di-save sebagai Jpeg. Artistic Filter-nya Fresco. Ini belajar PhotoShop sebagai pemula, mungkin berguna bagi yang ingin mencoba. Bagi yang sudah mahir tolong minta TIPSnya dong!
Foto diambil di luar, pada saat hujan turun. Ini prosesnya dibuat dengan PhotoShop dengan Artistic Filter - Plastic Wrap lalu dikirim ke Picasa2 sesudah itu die-mailkan ke e-mailku supaya jadi Jpg kemudian dikirim lagi ke Picasa2. Maklum, hujan-hujan jadi kurang kerjaan dan iseng! Habis program PhotoFrameShow yang sudah dibeli malah belum bisa dibuka. Sedang "complaint" dan belum ditanggapi secara penuh.
|  | Diluar hujan deras, langit gelap. Air laut naik 7 meter! Mungkin akan ada badai. Dingin dan tidak bisa berbuat lain selain di depan laptop!
Kemarin membeli 200 pen (inkpen) untuk jatah selamanya, pumpung harganya hanya @ 20 sen! Belinya di Salvation Army. Biasanya kalau pulang ke Indo, borong pen di Gramedia @ Rp.8000 sampai Rp.10.000,- Lha, ini hanya @ Rp.1400 kira-kira!
Segepok pen dimasukkan kedalam kaleng bulat bertutup 2 bertulisan NUT LOAF buatan WILLOW, AUSTRALIA. Mungkin kaleng untuk mencetak bolu gulung?
Resep experiment 3 : Adobe Photoshop + Picasa2 dengan alat Filter : Artistic (Poster Edges) - Handfree style brush menggunakan Mouse. |
Sewaktu kecil kami berempat (aku dan ketiga adikku) memiliki kegemaran bermain "Petak Umpet" yang dalam Bahasa Jawa disebut "Delikan". Dalam kartun yang kubuat pada tahun 1991 itu aku membayangkan apabila 2 ekor anak buaya bermain petak umpet. Anak buaya yang "jadi" menghitung:"1,2,3..dst" Sementara anak yang lain minta izin bersembunyi dalam mulut ayahnya yang menganga lebar. What do you think?
Kartun yang kubuat pada tahun 1991 ini menggambarkan kasih sayang antara buaya dan anaknya. Segalak-galak dan sebuas-buasnya seekor buaya, tidak akan mencelakakan anaknya sendiri. Karena kedinginan si anak buaya bertanya:"Bu, sangat dingin di luar, bolehkah aku tidur di dalam rongga mulut ibu?" Buaya selalu mengangakan mulutnya jadi itulah asal muasal imajinasiku.
Jarang sekali aku menggambar anjing, biasanya selalu kucing. Kartun ini dibuat pada tahun 1987, saat itu kami di Yogyakarta memiliki seekor anjing bernama si Marko. Sehabis memandikan Marko, biasanya ia dijemur di atas genteng. Tangga dipasang dan ia memanjat naik dan sesudah itu tangga diambil. Ia berada di atas atap sampai tubuhnya kering (kayak kucing). Sesudah kering bulunya, tangga dipasang lagi dan si Marko turun dari tangga. Adikku laki-laki bernama H yang melatih si Marko turun-naik tangga. Marko juga bisa makan sate, ia akan menjepit sate di moncongnya dan kami yang menarik lidinya, lucu sekali! Ia juga bisa menjadi detektif mencari barang (yang kami sembunyikan). Ini adalah salah satu kartunku tentang si Marko, imajinasi menjemur si Marko hingga kering. Marko anjing kampung yang sangat pintar!
|  | Photoshop - ScrapBookFlair-Picasa2 , inilah kartun tahun 1988 ketika memiliki seekor kucing bernama si Pusi yang nakal sekali. Ia selalu memancing ikan dengan cara menjulurkan lidah ke dalam air kolam dan ketika ikan berdatangan, ia menangkap ikan-ikan itu dengan kedua belah tangannya (eh, kaki depannya). Dalam kartun ini situasi terbalik, ia diejek oleh seekor ikan dengan menjulurkan lidahnya. |
|  | Kartunku diolah lagi di PhotoShop kemudian dipindah ke Picasa2 dan diolah lagi di ScrapBook Flair, pindah lagi ke Picasa2 dan kini di upload kesini. |
Temanku yang tinggal di Tokyo bercerita bahwa banyak orang Jepang memelihara binatang peliharaan yang aneh-aneh. Misalnya ada seseorang yang memelihara buaya, dipelihara sejak kecil di kamar mandi. Lama-lama sang buaya menguasai "Bathtub". Ini imajinasiku tentang si buaya bernama Victor ketika sedang berada di Bathtub, majikannya berteriak:"Ayo Victor cepetan mandinya dong! Gantian denganku!" Ada-ada saja! Kartun ini dibuat pada tahun 1991. Semua kartun disusun dalam album ikut terbawa kontainer pada bulan Februari lalu. Ini ceritanya bongkar-bongkar file!
Pada tahun 1988 sahabat karibku menikah dengan orang Jepang. Ia pindah ke Tokyo. Sewaktu ia hamil, iseng-iseng aku mencorat-coret kartun untuknya. Ternyata memang anaknya lahir seorang anak laki-laki. Kini ia memiliki 2 orang anak laki-laki. Si Ucup bermain beriang-ria di atas kubangan yang dibuatnya sendiri.
Ini adalah kartun yang kubuat pada tahun 1988. Ada peribahasa mengatakan :"Sudah jatuh, tertimpa tangga pula!" Yang ini bunyinya "Sudah tertimpa durian runtuh, kemasukan landak pula!" Perhatikan betapa menderitanya sang buaya yang kejatuhan buah durian. Kata orang Jawa "Ndilalah, lha kok ono landak oyak-oyakan!" (Kok pas ada dua ekor landak saling berkejaran, masuk ke dalam mulut sang buaya!). Ada-ada saja! Penderitaan sang buaya jadi tontonan kita. Memang pada saat kita menderita, rasanya berat sekali tetapi apabila telah terlampaui, lucu tampaknya! Semoga Anda bisa tertawa!
|  | Akhirnya hari ini membeli program Photo Frame Show seharga $40 plus asuransinya jadi bisa memakai program pigura ini dengan bebas digabung ScrapBook Flair Program yang gratis. |
Setiap Online-buddyku ada yang ultah pasti kukirimi desain kartu buatanku sendiri bukan ambil dari provider tertentu. Nah, ini salah satunya. Kebanyakan gambarnya makanan karena setiap hari ketika mengikuti kegiatan masyarakat Indonesia di Sydney aku selalu memotret makanan. Sudah ada ribuan foto makanan, ada perpustakaan gambar makanan. Siapa pernah dapat kartu ultahku yang ini? Ini termasuk edisi baru.
| |