Dimulai dari pertanyaan Ine mengenai adanya kapur tulis berwarna di Australia (yang kupakai untuk menulis menu di papan), aku mendapatkan ide untuk menulis artikel ini. :) Thanks In!
Kuambil sekotak kapur tulis yang tergeletak di meja itu, ternyata merknya Crayola, ada yang putih dan ada yang berwarna (aku punya semuanya karena dari kecil gemar menggambar dengan kapur). Kotak dibalik-balik untuk diperiksa, ada kejutan lain, kapur itu "Made in Indonesia" !Alamak! Hebat kan? Tetapi perusahaan yang mengimpornya bernama Binney & Smith (Australia) Pty, Ltd. berlokasi di 740 Clayton North, Victoria 3168. Ditulis juga "Used with permission. Made in Indonesia."
Di Indonesia ada tidak ya? Mutu kapurnya bagus karena tidak mudah patah! Anda bisa membuka situs webnya di www.crayola.com Ada banyak ide kreatif di sana untuk para Ibu yang memiliki anak-anak kecil (ada pola gambar untuk diwarnai dll sbgnya), ada juga kapur tulis berwarna dengan ukuran super gede jadi mudah digenggam anak-anak, bahkan anak-anak di Australia dianjurkan untuk menggambar di "pavement" alias :"trotoir". Semua itu ada sebabnya, sebab ada "Maha Gurunya" - Sang Pahlawan Grafiti yang benar-benar kreatif dan ide untuk melakukan "Hidup Efektif". Mulai hari ini ada contoh-contoh ditulis yang menyebabkan hidup kita menjadi lebih efektif.
Arthur Stace hidup di Sydney pada tahun 1884 hingga tahun 1967. Ia lah contoh hidup kreatif itu. Sejak tahun 1932 hingga akhir hayatnya (selama kira-kira 40 tahun), ia menuliskan berjuta-juta kali satu kata "Eternity" (kekekalan, keabadian) di atas trotoir, di tembok, di jalan, di pagar di mana saja hanya dengan secuil kapur berwarna kuning. Tulisan itu untuk memperingatkan orang yang membacanya tentang "kekekalan", setelah kita mati, jiwa kita tidak mati tetapi mengalami keabadian. Di saat kita mati kita harus menghadap ke Sang Pencipta untuk mempertanggung-jawabkan kehidupan kita di dunia. Tulisan satu kata itu ditulisnya sambil menggelandang di malam hari memenuhi kota Sydney! Memang ia adalah seorang gelandangan, homeless! Tunawisma dan tunakarya!
Dimulai dengan mendengarkan khotbah pendeta di gereja St. Barnabas yang terletak di Broadway, Sydney tentang "Eternity" dan pendeta berseru :" Aku ingin kata-kata ini disebarkan ke mana-mana!" Ternyata yang melakukan hanya satu orang yaitu si Arthur Stace yang tadinya seorang pemabuk dan berlatar belakang kelabu. Ia berusaha menyadarkan orang dengan khotbah satu katanya "Eternity". Ia juga buta huruf dan hanya tahu cara menulis satu kata itu yang akhirnya menjadi semacam grafiti yang indah! Silakan membaca tentang orang unik dan kreatif ini dengan mengetik :"Arthur Space's Eternity" di google search engine.
Usahanya untuk menyadarkan orang tidaklah sia-sia, pada tahun 2000, pada perayaan "the Millennium New Year's Eve" , jembatan Sydney Harbour Bridge tepat pada pergantian tahun jam 12 malam dihiasi lampu sign bertuliskan "Eternity" diiringi kembang api berpencaran! Siapa menyangka grafiti Arthur Stace yang berjuta kali dituliskan dengan kapur di jalan-jalan Sydney itu kini terpampang dengan sedemikian indahnya. Ia dijuluki sebagai "Mr.Eternity", A Single Word Philosopher, A Social Activist dan grafitinya itu dianggap semacam logo serta identitas kota Sydney!
Catatan : Mulailah marilah kita "Hidup Efektif dan Kreatif", setiap orang unik dan bisa melakukan sesuatu bagi orang lain , contohnya si Arthur Stace yang hanya berkhotbah dengan satu kata "Eternity". Pada akhir hidup kita kelak, bukankah kita harus mempertanggung-jawabkan kehidupan kita di hadapanNya.
Dengan ngeBlog, kita berusaha untuk menjadi kreatif! Dengan ngeBlog mari kita buat hidup kita jadi efektif! Yuuuk...hehehe! (*serious mode* - :) *wink3*)....*sigh*....
