Life in Australia & Life in Indonesia

Photo AlbumSumbar Suru a la TJJul 13, '08 5:59 AM
for everyone
Selamat bermain dan kopdaran untuk para MPers Yogya yang akan berkumpul dan bernostalgia bersama. Silakan buka http://srhida.multiply.com/links/item/44

Dahulu semasa kecil dan masih duduk di SR (Sekolah Rakyat) yang kini disebut SD (Sekolah Dasar) setiap jam istirahat tiba kami melakukan berbagai permainan yang kini sudah hampir punah, disebut permainan tradisional. Yang dimainkan oleh anak-anak perempuan saat itu salah satunya disebut SUMBAR SURU.

Bahannya beberapa lembar daun sawo kecik atau sawo pokoknya yang berdaun "keras" bisa dipakai sebagai "suru" (sendok) serta biji sawo atau sawo kecik. Dulu pohon sawo kecik mau pun sawo banyak terdapat di kota Yogya bahkan ada juga di kebunku (http://rumah-ngabean.blogspot.com/)

Kini di Australia, kalau mau permainan itu bisa dihidupkan lagi. Baru saja aku berdua dengan Mbak Ratri bermain SUMBAR SURU. Yang dipakai pengganti daun adalah DAUN CAMELIA JAPONICA (yang bunganya menjadi Blogskin-ku ini) serta bijinya adalah biji SOURSOP alias SIRSAK. Bisa lho!

Untuk caranya bermain bisa mencarinya di google atau ada bukunya berjudul " Permainan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta" (Editor Drs. Ahmad Yunus) diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan / Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah 1980-1981. Buku itu ada di perpustakaan pribadiku namun bisa juga dicari di Perpustakaan Museum Negeri SONO BUDOYO.

Selamat bermain Sumbar Suru dan melestarikan permainan tradisional ini. Mbak Ratri canggih banget "nyurunya", aku kalah deh!

collage.jpg
 2 Comments 
collage1.jpg
  
collage2.jpg
 4 Comments 


18 CommentsChronological   Reverse   Threaded
myelisa wrote on Jul 13
Bernostalgia cie Theresa? Enak di Sidney banyak orang Indonesia, ada temannya untuk ber-sumbar sulu .. ;o))
ophoeng wrote on Jul 13
Biji sirsak-nya, apa ndak eman-eman dan sia-sia jadi maenan doang, bukannya ditanam lagi, TJ?
ophoeng wrote on Jul 13
Kalau baca 'sejarah'nya, kenapa buah berbunga cantik harum semerbak? Supaya memikat lebah dan kupu-kupu datang dan secara ndak langsung membuahi putik, terjadi proses pembuahan.

Lalu kenapa buah diciptakan menarik dan enak rasanya? Supaya memikat hewan (dan orang) untuk mau makan daging buahnya. Dan kalau bijinya ikut termakan, karena dinding kulit biji kuat, tidak akan ikut dicerna oleh perut. Waktu hewan itu buang hajat di tempat lain, si biji akan ikut keluar lagi dan tumbuh di tempat lain menjadi tunas baru bagi si pohon buah itu.

Makanya, buat tumbuh-tumbuhan, orang adalah pemangsa yang 'sadis', bijinya tidak bisa tumbuh, suka digerus habis waktu dibikin jus. Atau direkayasa buahnya supaya tidak berbiji, demi kelangenan yang makan (orang) dan demi menjaga persaingan usaha (tidak ada yang bisa menanam buah jenis unggul tanpa biji).
theresajackson wrote on Jul 13
myelisa said
Bernostalgia cie Theresa? Enak di Sidney banyak orang Indonesia, ada temannya untuk ber-sumbar sulu .. ;o))
Ya, temannya bersumbar-suru Mbak Ratri tapi mau kita perkenalkan ke kawan2 lain...Seru!
theresajackson wrote on Jul 13
ophoeng said
Biji sirsak-nya, apa ndak eman-eman dan sia-sia jadi maenan doang, bukannya ditanam lagi, TJ?
Ini masih belum musim tanam, tunggu musim semi nanti...Sementara tak ada salahnya dibuat Sumbar Suru dulu...Hehehe!
theresajackson wrote on Jul 13
ophoeng said
Kalau baca 'sejarah'nya, kenapa buah berbunga cantik harum semerbak? Supaya memikat lebah dan kupu-kupu datang dan secara ndak langsung membuahi putik, terjadi proses pembuahan.

Lalu kenapa buah diciptakan menarik dan enak rasanya? Supaya memikat hewan (dan orang) untuk mau makan daging buahnya. Dan kalau bijinya ikut termakan, karena dinding kulit biji kuat, tidak akan ikut dicerna oleh perut. Waktu hewan itu buang hajat di tempat lain, si biji akan ikut keluar lagi dan tumbuh di tempat lain menjadi tunas baru bagi si pohon buah itu.

Makanya, buat tumbuh-tumbuhan, orang adalah pemangsa yang 'sadis', bijinya tidak bisa tumbuh, suka digerus habis waktu dibikin jus. Atau direkayasa buahnya supaya tidak berbiji, demi kelangenan yang makan (orang) dan demi menjaga persaingan usaha (tidak ada yang bisa menanam buah jenis unggul tanpa biji).
Ini bijinya bakalan ditanam kok...
cutyfruty wrote on Jul 13
Mbak, aku dadi kelingan mbiyen dolanan nganggo kecik....
keluargafasril wrote on Jul 13
kangen main dakon pake kecik...
srhida wrote on Jul 14
woo dulu aku ingetnya cuma "kecik-an" gitu... thx mbak Thres.. :)
theresajackson wrote on Jul 14
Mbak, aku dadi kelingan mbiyen dolanan nganggo kecik....
Iyo rame yo?
theresajackson wrote on Jul 14
kangen main dakon pake kecik...
Ayuk mainan lagi...
theresajackson wrote on Jul 14
srhida said
woo dulu aku ingetnya cuma "kecik-an" gitu... thx mbak Thres.. :)
Okay, selamat kopdaran n bernostalgia!
dardiri wrote on Jul 14
hmm...boleh dicoba nih....makasih ya...
sihsuroto wrote on Jul 15
waa kangen ama sumbar suru, pake biji sirsak dan daun sirsak buat suru nya....
ekape wrote on Jul 15
Dolanan nopo niki? Kulo mboten kenal...nyuru niku nopo nggih?
Tfs mbk.
theresajackson wrote on Jul 16
dardiri said
hmm...boleh dicoba nih....makasih ya...
Iya, bisa liat aturan permainan di google...
theresajackson wrote on Jul 16
waa kangen ama sumbar suru, pake biji sirsak dan daun sirsak buat suru nya....
Boleh juga tapi di Sydney pake daun yg ada itu..Thnks!
theresajackson wrote on Jul 16
ekape said
Dolanan nopo niki? Kulo mboten kenal...nyuru niku nopo nggih?
Tfs mbk.
Nyuru - suru - menyendok dengan sendok dari daun...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help