Selamat bermain dan kopdaran untuk para MPers Yogya yang akan berkumpul dan bernostalgia bersama. Silakan buka
http://srhida.multiply.com/links/item/44Dahulu semasa kecil dan masih duduk di SR (Sekolah Rakyat) yang kini disebut SD (Sekolah Dasar) setiap jam istirahat tiba kami melakukan berbagai permainan yang kini sudah hampir punah, disebut permainan tradisional. Yang dimainkan oleh anak-anak perempuan saat itu salah satunya disebut SUMBAR SURU.
Bahannya beberapa lembar daun sawo kecik atau sawo pokoknya yang berdaun "keras" bisa dipakai sebagai "suru" (sendok) serta biji sawo atau sawo kecik. Dulu pohon sawo kecik mau pun sawo banyak terdapat di kota Yogya bahkan ada juga di kebunku (
http://rumah-ngabean.blogspot.com/)
Kini di Australia, kalau mau permainan itu bisa dihidupkan lagi. Baru saja aku berdua dengan Mbak Ratri bermain SUMBAR SURU. Yang dipakai pengganti daun adalah DAUN CAMELIA JAPONICA (yang bunganya menjadi Blogskin-ku ini) serta bijinya adalah biji SOURSOP alias SIRSAK. Bisa lho!
Untuk caranya bermain bisa mencarinya di google atau ada bukunya berjudul " Permainan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta" (Editor Drs. Ahmad Yunus) diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan / Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah 1980-1981. Buku itu ada di perpustakaan pribadiku namun bisa juga dicari di Perpustakaan Museum Negeri SONO BUDOYO.
Selamat bermain Sumbar Suru dan melestarikan permainan tradisional ini. Mbak Ratri canggih banget "nyurunya", aku kalah deh!