Pada tahun 2002, aku berkesempatan mengunjungi perkebunan teh hijau Aoi Secha Co Ltd di Nishio (wilayah Ise). Sahabat Jepangku Sanae-san membawaku ke sana, waktu itu kami masih sama-sama menerbitkan majalah di Australia, Gamelan dan yang diterbitkan olehnya adalah JP Australia (Japan Press Australia). Kami sering bekerja-sama terutama dalam acara "jalan-jalan" (Ia juga sudah dibawa berkunjung ke Indonesia).
Mrs. Ayano Honda adalah presiden perusahaan teh itu dan dibantu oleh ketiga anaknya. Suaminya adalah sang walikota jadi sudah cukup sibuk. Kami dibawa berkeliling perkebunan teh yang anehnya ditanam seperti tanaman pagar di sekeliling rumah para stafnya. Ada juga lahan yang luas untuk ditanami teh tapi teh sebagai tanaman pagar itu cukup menarik. Para staf bertanggung-jawab pada daun teh di pekarangannya yang letaknya juga tidak jauh dari pabrik teh Suncha itu sendiri. Pabriknya pun tidak terlalu besar namun jangkauan pasarannya luas sekali di seluruh Jepang, bahkan mendunia. Sanae-san berkenalan dengan keluarga Honda ini ketika ditugaskan mencari pabrik teh terbaik di Jepang.
Mrs. Honda menyeduh teh hijau untuk kami dan harus diminum dengan cara yang benar. Mangkuk teh harus diputar 3 kali dan ada cara meminumnya tersendiri. Jenis teh hijau juga bermacam-macam namun pada pokoknya meminum teh hijau secara teratur gunanya adalah : Mengurangi tekanan darah tinggi (menyeimbangkan tekanan darah), mengurangi / mencegah resiko penyakit jantung dan kolestrol , mencegah atau menekan pertumbuhan sel kanker, memelihara kesehatan gigi dan mencegah karies, menurunkan berat badan, meningkatkan daya tahan tubuh, memperlambat proses penuaan, mencegah perdarahan berkepanjangan akibat luka, mengendalikan kadar gula dan mengobati migrain atau sakit kepala dan rematik.
Banyak sekali manfaatnya dan orang Jepang minum teh lebih dari 5 kali sehari. Tadateru-san putra Mrs.Honda baru-baru ini menciptakan "Macha in Tetra Packs". Teh hijau yang dikemas saringan jaring sutera berbentuk segitiga, tinggal dicemplungkan ke dalam air es! Dengan cara ini vitamin serta nutrisi dalam teh tidak terbuang.
Yang jelas sepulang dari Jepang bahkan semenjak bersahabat dengan Sanae-san, kami selalu minum teh hijau setiap hari. Tak ada hari tanpa teh hijau dan teh manis sama sekali dijauhkan. Yang penting bukan enak rasanya tapi sehat di badan!
Catatan : Ikut bersama kami juga salah satu iparku dan kami terpesona pada sebuah mangkuk keramik yang tehniknya disebut "Retak Seribu" karena keindahannya dan harganya ..hanya 250 ribu Yen! Wah...kalau pecah bagaimana ya?