Dandang tembaga seperti ini sudah langka. Dahulu nenekku memakai dandang seperti dalam foto ini ketika menanak nasi, tetapi prosesnya terlalu rumit. Aku menemukan dandang kuno ini di Ulladulla sebuah kota kecil kira-kira 400 kilometer dari Sydney. Di sana terdapat sebuah toko furnitur antik dari Indonesia milik seorang Aussie bernama Monty. Ketika membeli sebuah meja jati tebal dapat bonus dandang ini yang nilainya sekitar $100. Monty memang pasang iklan juga di Majalah Gamelan.
Dandang ini tidak lagi dipakai sebagai alat untuk menanak nasi tetapi bila mengundang tamu untuk makan di rumah, dandang diletakkan di atas meja dan di atas saringannya bisa diletakkan wadah untuk menaruh nasi hangat mengepul. Para tamu biasanya akan sangat terkesan. Entong yang dipakai juga dari Indonesia, terbuat dari tanduk kerbau. Setelah tidak dipakai, dandang diletakkan di sudut dapur sebagai hiasan.