Life in Australia & Life in Indonesia

Blog EntryUntuk Direnungkan : Ketika MenderitaNov 28, '06 10:10 PM
for everyone

Kali ini tidak ada gambarnya, kilas balik. Pada tahun 1973 aku berada di Rumah Sakit Bethesda dan menderita sakit usus cukup parah. Perut seperti diiris sembilu sakitnya kadang tak tertahankan dan dokter hanya menyuruh perawat mengompres perutku dengan kompresan dipenuhi es batu. Obat-obatan antibiotika kelihatannya sulit diperoleh pada zaman itu. Ketika dalam keadaan sakit tak terperi "Nil By Mouth" (tidak boleh makan apapun atau minum apapun hanya pikiranku serta imajinasiku yang melayang pergi meninggalkan tubuhku yang sakit. Aku hanya berdoa menjerit kepada Tuhan untuk memohon pertolongan. Aku merasa bagaikan orang paling menderita di dunia ini.

Pada waktu-waktu aku dalam keadaan krisis aku menghibur diriku dengan menggambar dan membuat cerita serta catatan harian di BlockNoteku. Para perawat setiap hari memeriksa BlockNote itu karena ada gambar serta laporan tentang mereka disana, persis seperti ngeBlog tapi tidak di komputer namun dalam Blocknote. Aku selalu melihat segala penderitaanku dari segi yang penuh humor.

Seorang perawat mengingat bahwa ada seorang pasien di bangsal lain juga memiliki hobi menggambar namun pasien ini bisu. Akhirnya aku tahu tentang pasien calon dokter yang mondok di bangsal paling murah itu. Ia adalah tahanan G30S PKI dari sebuah penjara dan tangannya diborgol, kepalanya pernah dipukul popor senapan dan disiksa dengan listrik. Oleh karena siksaan itulah ia menjadi lumpuh separo (stroke) dan bisu. Ia hanya bisa menuliskan kata-kata yang ingin disampaikannya serta menggambar.

Aku berkomunikasi dengannya, tukar menukar salam dan gambar lewat perantaraan para perawat. Ruangku disebut Ruang 1 (bukan kelas utama, kelas ekonomi) dan bangsalnya adalah Bangsal L dimana tempat tidur berderet-deret dan privacy tidak ada. Ia dirawat bersama dua orang temannya yang lain, seorang calon pengacara dan seorang calon ahli ekonomi. Semua tangannya diborgol pada tempat tidur dan polisi menjaga mereka.

Aku ingat ketika pertama kali aku boleh berjalan, aku paksakan diriku berjalan menengok mereka. Perjalanan cukup jauh dari Ruang 1 ke bangsal L di Rumah Sakit Bethesda, mungkin lebih dari 1000 langkah, melompat-lompat seperti kangguru. Kalau aku menoleh, badan sempoyongan mau roboh (maklum waktu itu 6 bulan tidak pernah berjalan). Sampai juga aku ke bangsal L berkenalan dan berbicara dalam bahasa isyarat dengan sahabatku itu. Ia gembira sekali, orangnya penuh rasa humor dan optimisme.

Aku ingat waktu itu bulan Desember menjelang hari Natal, RSB sibuk menghias diri. Sobatku itu sudah diperbolehkan berjalan dan ia juga gantian menengokku. Para perawat bercerita bahwa ia membantu mereka membuat hiasan untuk palungan Natal. Bayangkan, calon dokter itu mampu membuat patung-patung domba untuk diletakkan di sekitar palungan.

Komunikasi dengan sobatku itu tidak bisa berjalan lancar karena semakin menjadi sehat semakin ketat penjagaan polisi dan akhirnya ia dikirimkan ke pulau Buru. Aku sedih dengan  kepergiannya. Pada saat aku terbaring sakit, Nil By Mouth, infeksi menyerang, kompres es diperut, rasanya seperti dirajam namun aku mengingat sobatku itu yang nasibnya jauh lebih menderita, bahkan tidak diketahui lagi lanjutannya.

Dalam penderitaanku aku berdoa untuknya dan dalam penderitaanku aku merasa tidak ada apa-apanya dibandingkan penderitaannya, penderitaanku terasa ringan. Dalam menderita itu kita harus ingat untuk mendoakan mereka jang jauh, sangat lebih jauh menderita daripada kita. Ketika dalam keadaan bersuka dan mengingat kembali penderitaan itu sebenarnya dalam deritalah jiwa kita diperkaya olehNya. Aku mondok di RSB persis selama setahun sepanjang tahun 1973.

Silakan membaca postingan lalu di http://theresajackson.multiply.com/journal/item/34


26 CommentsChronological   Reverse   Threaded
nukyhappy wrote on Nov 28, '06
gimana kabarnya sahabat cc sekarang ya? masih hidupkah?
ariesnawaty wrote on Nov 28, '06
menyentuh sekali sharingnya mbak. Saya jadi mendapat 'pelajaran' banyak hari ini.
theresajackson wrote on Nov 28, '06
gimana kabarnya sahabat cc sekarang ya? masih hidupkah?
Pasti tidak, sudah disiksa dan dibunuh..Kasihan ya!
theresajackson wrote on Nov 28, '06
menyentuh sekali sharingnya mbak. Saya jadi mendapat 'pelajaran' banyak hari ini.
Iya, makasih dah mau baca..sudah lama mau ditulis tapi berat rasanya..Sedih ya, penderitaan memang menguatkan kita.
nukyhappy wrote on Nov 28, '06
Pasti tidak, sudah disiksa dan dibunuh..Kasihan ya!
sedih bgt..udah di borgol..disiksa..di bunuh lagi T_T hiks
theresajackson wrote on Nov 28, '06
sedih bgt..udah di borgol..disiksa..di bunuh lagi T_T hiks
Dan waktu sakit dirawat supaya pada waktu disiksa dan dibunuh "dalam keadaan sehat dan sadar sesadar-sadarnya"...Oh,kejam...Padahal semula orang2 itu sehat walafiat!
ardhanamesvari wrote on Nov 28, '06
terima kasih ceritanya ya mbak, akan aku print dan aku bacakan utk bapakku
theresajackson wrote on Nov 28, '06
terima kasih ceritanya ya mbak, akan aku print dan aku bacakan utk bapakku
Bapak Mertuanya bagaimana? Mungkin kalau mendengar ini bisa menggugah semangat hidupnya lho. Mari kita doakan..Hidup ini anugerah dariNya! Amien.
nukyhappy wrote on Nov 28, '06
dalam keadaan sehat dan sadar sesadar-sadarnya"...Oh,kejam
iya kejam sekali ya c....
ardhanamesvari wrote on Nov 28, '06
Bapak Mertuanya bagaimana?
kalau bapak mertua sudah meninggal 3 thn yll mbak, skg yg sakit bapakku. Thx ya
theresajackson wrote on Nov 28, '06
skg yg sakit bapakku. Thx ya
Oh, "Eyang Kakung" tuh ya...Sorry, kudoakan semoga cepat sembuh!
theresajackson wrote on Nov 28, '06
iya kejam sekali ya c....
Iya, kejam sekali...
andracharoen wrote on Nov 28, '06
Hiks...hiks...*nangis*... saat merasa paling menderita...di bagian lain dunia...pastilah ada yang lebih menderita.. Cobaan datang untuk dihadapi, bukan untuk ditangisi ya mbak... Sangat menarik ceritanya...terimakasih .. memberiku semangat baru >:D<
jaehee wrote on Nov 28, '06
trims buat ceritanya, semangat lagi dong!
theresajackson wrote on Nov 29, '06
memberiku semangat baru >:D<
Iya Andra marilah mensyukuri semua anugerahNya, Amien. Menulis apa saja yang dialami setiap hari dengan nada positif adalah juga cara mensyukuri berkat-berkatNya.
theresajackson wrote on Nov 29, '06
jaehee said
trims buat ceritanya, semangat lagi dong!
Iya Frida, sama2 bersemangat! Amien.
sarqina wrote on Nov 29, '06, edited on Nov 29, '06
jadi haru nich mbak... ngak bisa bayangin..semangat ya mbak..sal doakan senantiasa di sini insyaallah amin
theresajackson wrote on Nov 29, '06
sarqina said
sal doakan senantiasa di sini insyaallah amin
Makasih Sal! Sama2 mendoakan! Amien.
camminghaburen wrote on Nov 29, '06
wah mbak ceritanya menyentuh.....jadi termotivasi untuk tidak mengeluh dalam hidup...thanks ya....
theresajackson wrote on Nov 29, '06
wah mbak ceritanya menyentuh.....jadi termotivasi untuk tidak mengeluh dalam hidup...thanks ya....
Halo Nin, panjang umurnya barusan kita ngobrol nih ttg Nina maksudnya aku teleponan ama Athe trus ngomongin lha kok pas Nina ya reply...Duh, memang begitu hidup itu Nin, salam dari kita yang lagi berusaha mau ke Belanda niliki siapa hayo?
niezniez wrote on Nov 29, '06
Haruuu...bacanya mba.
Jadi ingeet waktu merasakan sakitnya habis operasi caesar duluu
mliz wrote on Nov 29, '06
waah ceritanya bagus banget mba..aku pun menyadari mba, kadang DIA mengijinkan kita melewati masa2 sulit, agar kita tidak rapuh dan bisa terus berbagi dengan orang2 yang mungkin mengalami hal yang sama dengan kita..
theresajackson wrote on Nov 29, '06
Haruuu...bacanya mba.
Jadi ingeet waktu merasakan sakitnya habis operasi caesar duluu
Wah iya Nis...Makanya memang kita harus selalu bersyukur padaNya! Amien.
theresajackson wrote on Nov 29, '06
mliz said
kadang DIA mengijinkan kita melewati masa2 sulit,
Ya, Mon...Kita harus mensyukuri apapun yang diberikan olehNya, pada waktu menderita kita ditempa agar jadi kuat di kelak kemudian hari...Thanks Mon!
dhilicious wrote on Aug 6, '07
sedih bacanya, tapi emang pengalaman begini yang bikin jadi lebih kuat ya :-(
theresajackson wrote on Aug 8, '07
sedih bacanya, tapi emang pengalaman begini yang bikin jadi lebih kuat ya :-(
Iya, betul..Itu yang selalu menguatkan diriku hingga detik ini..Thnks!
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help