Dua ekor kuciang di rumah kami menjadi "korban" pendidikan guru. Si Yu guru, aku juga hidupnya di negeri Kangguru jadilah para kuciang dididik dua guru! Berhasil lho! Coba perhatikan foto!
Pada saat kami membuat lumpia isi kepiting, Bubu sama sekali tidak tertarik. Foto di bawah si Yu sedang makan Sop Buntut, si Bubu ditawari malah "mlengos"!
Kedua ekor kucing itu selalu diberi makan 3 kali, pagi-siang-sore dan snacknya biskuit kucing. Mereka tidak pernah diberi makan di tempat lain selain di "kamar" mereka (kamar mandi) dan tidak pernah dilempari makanan saat orang makan. Dari bayi menurut pengertian mereka, kucing makanannya lain daripada manusia. Lucunya lagi kalau kebetulan Bubu atau Cupik "kepergok" menonton kita makan terus kita bilang :"Eeei?" Mereka "maluuuu" sekali, malu-malu kucing beneran!
Herannya lagi, Cupik kalau diberi daging ayam, malah ketakutan, dikiranya apa gitu. Soalnya waktu kecil pernah ditaruh di kebun bersama makanannya dan makanannya itu dirubung snails, sejak itu apapun yang "genyuk-genyuk" kayak snails si Cupik enggan, gilooo..hiiii! Daging mentah juga gilo. Jadi yang untung pemiliknya, dapurnya aman.
Catatan : Gilo tidak sama dengan gila, gilo artinya ngeri, jijay dan apa ya... Pokoknya Cupik gilo pada snails dan yang genyuk-genyuk (yang kenyil-kenyil! Walah malah tambah ruwet!)